MU Kalah, Solskjaer Ingin ‘Mendaki Gunung’

Pelatih interim Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer menerima kekalahan timnya dari PSG dengan lapang dada. Rabu (13/2) dini hari WIB, Setan Merah menyerah dua gol tanpa balas pada leg pertama 15 besar Liga Champions 2018/19, dua gol PSG disumbangkan oleh Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe.

Kekalahan tersebut membuat harapan MU untuk lolos ke putaran berikutnya kian tipis. MU harus membalikkan defisit dua gol tandang saat melawat ke markas PSG pada awal Maret nanti, tugas yang tidak mudah

Tak hanya itu, kekalahan itu juga merupakan kekalahan pertama Solskjaer sejak menangani MU. Kekalahan pertama datang di waktu dan di momen yang salah, yakni di Liga Champions yang selalu menyulitkan.

Meski demikian, Solskjaer yakin MU masih bisa mencapai putaran berikutnya dengan meraih kemenangan di leg kedua nanti.

Menurut Solskjaer, kekalahan dari PSG itu sangat baik bagi skuat MU untuk menyadari potensi dan kekurangan mereka. Membalikkan defisit dua gol memang tidak mudah, tapi Solskjaer yakin timnya mampu melakukan itu.

“[Kekalahan] ini menyadarkan kami. Laga ini berada di level lain dari yang biasanya kami hadapi,” tegas Solskjaer kepada Daily Mail.

“Namun, gunung ada untuk didaki. Anda tidak bisa menyerah dan mengatakan semuanya sudah selesai.”

“Di klub ini, anda selalu kembali. Ada hasrat dan determinasi untuk memperbaiki semuanya. Kami akan pergi ke Paris dan mencoba,” sambung dia.

Lebih lanjut, Solskjaer tak mau skuat MU berlama-lama larut dalam kekecewaan setelah kekalahan ini. MU sedang menghadapi jadwal padat, dia ingin pemain segera memulihkan diri di pertandingan berikutnya.

“Kami harus menghadapi liga dan FA Cup, dan saya sudah berkata pada para pemain untuk tidak kecewa pada dirinya sendiri. Kami harus melawan Chelea dan Liverpool dalam dua pertandingan berikutnya.”

“Siapa pun yang kecewa pada dirinya sendiri mungkin tidak akan bermain melawan Chelsea,” pungkasnya.

MU akan melawan Chelsea pada Selasa (19/2) pekan depan dan menjamu Liverpool di akhir pekan yang sama (24/2).
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

MU Ingin Boyong Luis Suarez dari Barcelona

Raksasa Premier League, Manchester United dikabarkan akan mencoba memboyong penyerang hausl gol milik Barcelona, Luis Suarez pada bursa transfer musim panas mendatang.

Suarez merupakan sosok yang punya peran penting di lini depan Barca, selain Lionel Messi tentunya. Pada musim ini sendiri, pemain asal Uruguay tersebut telah membukukan 15 gol serta lima assist dari 21 penampilannya di La Liga.

Namun masa kebersamaan Suarez dengan Barcelona diperkirakan tak lama lagi usai. Eks pemain Ajax Amsterdam tersebut sudah menginjakkan kaki di umur 32 tahun pada akhir Januari kemarin.

Suarez sendiri masih memiliki sisa dua setengah tahun dalam kontraknya bersama Barca. Namun masa depan pemain berjuluk El Pistolero itu masih belum jelas karena Barca kabarnya sudah mempersiapkan calon penggantinya.

Dilansir GOLdigital, United ingin memanfaatkan situasi yang dialami Suarez di Barca dengan merayunya agar mau pindah ke Old Trafford musim panas nanti.

Meski demikian, Suarez tampaknya akan menolak pinangan United karena ia sempat lama menjadi idola di klub musuh bebuyutan United, Liverpool. Kepindahan ke Old Trafford tentu akan menjadi hal yang kontroversial.

Selain United, beberapa klub kaya raya dari Tiongkok diklaim juga tengah memantau perkembangan Suarez di Barcelona. Mereka siap memberikan tawaran menggiurkan kepada sang bomber agar mau pindah ke Tiongkok.

Barca sendiri kabarnya tak menutup tawaran untuk Suarez. Tim Catalan itu membutuhkan dana segar guna merekrut penyerang papan atas lain yang berusia lebih muda.
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Man City Menang Telak, Guardiola: Tekanan Itu Tidak Ada

Manchester City baru saja menghajar Chelsea dengan skor telak 6-0 pada laga lanjutan Premier League 2018/19, Minggu (10/2) malam WIB. Kemenangan tersebut membuktikan kekuatan Man City sebagai sang juara bertahan, skor enam gol tanpa balas juga menegaskan fokus skuat Man City dalam beberapa pekan terakhir.

Kemenangan tersebut merupakan penutup tren positif Man City dalam beberapa pekan terakhir. Setelah takluk 1-2 dari Newcastle, Man City sukses mengalahkan Arsenal, Everton, dan Chelsea untuk terus bersaing dengan Liverpool.

Saat ini Man City berhasil merebut puncak klasemen sementara dengan 65 poin dari 27 pertandingan. Unggul selisih gol dari Liverpool di peringkat kedua dengan jumlah poin yang sama tetapi dalam 26 pertandingan.

Menurut Guardiola, keberhasilan Man City meraih rentetan hasil positif itu adalah karena mereka mau bermain sebagai tim.

Sebelumnya, ketika takluk dari Newcastle, Man City sempat diprediksi akan tertinggal tujuh poin dari Liverpool. Namun, The Reds justru gagal meraih poin penuh pada dua pertandingan beruntun. Hasilnya, kini justru Man City yang memberikan tekanan pada Liverpool.

“Tekanan itu tidak ada, kawan, tekanan tidak ada. Tekanan apakah yang bisa dirasakan para pemain? Anda harus bermain sebagai tim, jika anda juara: bagus. Jika tidak, anda bisa mencoba lagi musim depan,” kata Guardiola dikutip dari Sky Sports.

“Kami beruntung bisa jadi pemain atau pelatih yang terlibat dalam satu tim. Mereka harus mencoba melakukan yang terbaik. Itulah tuntutan saya kepada mereka.”

“Tekanan adalah masalah masyarakat, ada banyak masalah di dunia ini yang perlu dipikirkan jika anda merasa tertekan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Guardiola yakin pujian layak diberikan sepenuhnya pada skuat Man City. Setelah kekalahan dari Newcastle, semua pemain menyadari kekurangan mereka dan mau berbenah.

“Ini adalah performa luar biasa melawan tim top. Semua pemain tampil luar biasa. Setelah [kekalahan dari] Newcastle, semua pemain melihat ke dalam diri sendiri dan kami bicara satu sama lain, kami menerima kenyataan dan terus melaju.”

“Ini adalah soal berusaha tetap tenang, lalu ada banyak pujian pada para pemain. Arsenal di kandang, Chelsea di kandang, Everton tandang merupakan pekan yang sangat, sangat sulit, dan kami melakukannya dengan baik,” tutup Pep.
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Hasil Pertandingan Parma vs Inter Milan: Skor 0-1

Inter Milan berhasil meraih poin penuh ketika melawat ke markas Parma untuk mempertandingkan laga pekan ke-23 Serie A 2018/19, Minggu (10/2) dini hari WIB. Bermain di markas Parma jelas tidak mudah, Inter hanya mampu mencuri satu gol melalui Lautaro Martinez.

Kemenangan itu begitu penting bagi Inter yang belum pernah menang dalam empat laga terakhir di sema kompetisi. Laga ini merupakan kesempatan tepat untuk menunjukkan respons skuat Inter dan membuktikan kemampuan mereka.

Tambahan tiga poin itu mengukuhkan posisi mereka di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 43 poin dari 23 pertandingan. Inter masih berada di jalur yang tepat.

Inter Milan langsung memulai serangan begitu pertandingan dimulai. Pasukan Luciano Spalletti ini tampak begitu berambisi memenangkan pertandingan untuk memperkukuh posisi mereka di peringkat ketiga klasemen sementara Serie A 2018/19.

Meski bermain di markas lawan, skuat Inter tampak percaya diri. Parma juga perlahan-lahan mulai mencoba menyerang melalui Juraj Kucka, tapi hingga menit ke-10, tak banyak perubahan yang terjdi.

Inter mencoba memberikan tekanan tinggi di lapangan dan berusaha merebut bola secepat mungkin. Icardi berusaha turun untuk mencoba membangun serangan, tapi tak ada serangan Inter yang benar-benar matang. Banyak peluang yang terbuang.

Parma sendiri lebih sering memanfaatkan serangan balik melalui Gervinho dan Kucka, tapi pertahanan Inter masih mampu mengatasinya. Kecepatan penyerang-penyerang Parma mampu diatasi dengan baik.

Gervinho bahkan mendapatkan peluang matang di menit ke-24. Pertahanan Inter lengah, Gervinho bisa berlari dan melepaskan tembakan keras. Sayangnya bola hasil sepakannya masih membentur tiang gawang.

Tak lama kemudian, giliran Inter yang mendapatkan peluang. Perisic menerima umpan Joao Mario dan mencoba melepaskan tembakan, tapi Sepe begitu gesit keluar dari wilayahnya dan menutup ruang tembak Perisic.

Icardi nyaris mencetak gol di menit ke-35 ketika mendapatkan bola rebound hasil percobaan Perisic, tapi bola sepakan Icardi melambung terlalu tinggi.

Jelang akhir babak pertama, giliran Parma yang nyaris mencetak gol. Inglese tampil impresif dan menemukan cara untuk mendapatkan ruang tembak di kotak penalti Inter. Dia berputar dan melepaskan tembakan, yang sayangnya melenceng.

Turun minum, Parma 0-0 Inter.

Memasuki babak kedua, Inter langsung tampil agresif. Nainggolan menciptakan peluang pertama di menit ke-47, yang disusul dengan peluang Icardi dua menit kemudian. Inter tancap gas.

Parma sendiri tampil lebih lambat. Inter bahkan sukses mencetak gol di menit ke-55 tetapi wasit menganulirnya setelah mendatpakan bantuan VAR. Brozovic melepaskan tembakan sudut yang disambut D’Ambrosio dan bola menembus gawang lawan. Namun, rekaman video membutkikan bola mengenai lengan D’Ambrosio terlebih dahulu.

Inter terus menyerang dengan harapan mencetak gol. Penampilan agresif mereka di babak kedua membuktikan bahwa gol hanya masalah waktu.

Icardi mendapatkan peluang emas di menit ke-6r, sayang tembakannya lagi-lagi tidak terarah. Inter terus mempertahankan tekanan pada lawan, tapi Parma tampak mampu bertahan dan menjaga skor tak berubah.

Gol yang ditunggu-tunggu Inter akhirnya tiba di menit ke-79. Lautaro Martinez yang baru bermain di menit ke-77 adala jawaban dari masalah Inter di pertandingan ini.

Baru Merumput selama dua menit, Martinez sukses mencetak gol yang memecahkan kebuntuan Inter. Perisic berhasil merebut bola, Parma dalam masalah. Nainggolan kemudian melepaskan umpan mendatar yang dterima Perisic dengan tembakan keras ke gawang Parma.

Parma 0-1 Inter di menit ke-79.

Setelah unggul satu gol, Vecino nyaris menambah keunggulan Inter di menit ke-81. Parma lengah, performa mereka menurun. Inter seharusnya unggul lebih dari stau gol jika tembakan Brozovic tidak menghantam tiang gawang.

Saat skuat Inter mulai rileks, giliran Parma yang membuat kejutan. Inglese nyaris mencetak gol di menit 90+2, meski pada akhirnya tembakannya berhasil diselamatkan Handanovic yang berdiri di posisi yang tepat.

Pertandingan usai, Parma 0-1 Inter.

Parma XI: Sepe; Iacoponi, Bruno Alves, Bastoni, Gagliolo; Kucka (Mattia Sprocati 84′), Scozzarella (Leo Stulac 77′), Barilla; Gervinho, Inglese, Siligardi (Jonathan Biabiany 58′)

Inter XI: Handanovic; Asamoah, De Vrij, Skriniar, D’Ambrosio; Brozovic, Vecino; Perisic, Nainggolan (Roberto Gagliardini 88′, Joao Mario (Lautaro Martinez 77′); Icardi (Cedric Soares 90′)
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Simeone Anggap Modric Masih Pemain Terbaik Real Madrid

Atletico Madrid dan Real Madrid akan berhadapan di Wanda Metropolitano pada pekan ke-23 La Liga 2018/19, Sabtu (09/2). Pelatih Atletico Diego Simeone mengungkapkan siapa pemain Real yang paling diwaspadainya.

Belakangan ini, Karim Benzema dan Vinicius Junior tampil impresif untuk Real. Namun Simeone tak menganggap mereka sebagai ancaman terbesar.

Menurut Simeone, Luka Modric lah yang paling berbahaya. Simeone menilai kalau gelandang Kroasia peraih Ballon d’Or itu saat ini masih tetap pemain terbaik di kubu sang rival sekota.

“Luka Modric adalah pemain mereka yang paling menentukan,” kata Simeone dalam konferensi pers pralaga, seperti dikutip Marca.

“Masih tetap seperti itu.”

Simeone juga bicara tentang Thibaut Courtois, mantan kiper Atletico yang kini berseragam Los Blancos.

“Saya tak bisa menempatkan diri di posisi orang lain untuk bisa memahami apa yang mereka rasakan,” lanjut Simeone.

“Dia kiper hebat yang bermain bagus untuk kami. Sekarang, dia sedang menikmati masa-masa hebat dalam kariernya.”
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Luwes, Salah Dinilai Bisa Bikin Gol dari Posisi Mana Pun

Mantan pemain Liverpool, Robbie Fowler memuji performa apik Mohamed Salah yang mampu bermain di beberapa posisi lini serang. Menurutnya, Salah merupakan salah satu pemain yang fleksibel dalam urusan menyerang, dan hal itu bisa sanga menguntungkan Liverpool.

Di bawah bimbingan Jurgen Klopp, posisi Salah memang kerap berubah-ubah. Dia sering dimainkan di sisi kanan, tapi juga tak jarang bermain sebagai striker sentral. Di mana pun dia bermain, Salah selalu rajin mencetak gol.

Kemampuan ini tampaknya tak terlepas dari taktik agresif yang diracik Klopp. Klopp membentuk Liverpool sebagai tim ofensif dengan permainan yang mengalir. Artinya, formasi Liverpool tidak kaku, tidak terpaku, semua pemain bisa bertukar posisi.

Liverpool saat ini bermain dengan tiga striker dalam formasi 4-3-3. Tiga pemain depan andalan mereka adalah Salah, Roberti Firmino, dan Sadio Mane. Uniknya, dalam beberapa kesempatan, Salah selalu jadi striker utama, Mane dan Firmino lebih sebagai pendukung.

“Saya pikir sepak bola sudah berubah. Bertahun-tahun lalu, sepak bola adalah soal pemain No.9 dan No.10, jadi lebih kurang anda punya dua striker. Akan tetapi saat ini anda bermain dengan satu striker atau tiga striker dengan banyak dukungan,” ungkap Fowler di liverpoolfc.com.

“Jadi, di mana pun anda bermain pada posisi tiga penyerang, saya rasa jika anda adalah pemain bagus dan anda bisa menciptakan peluang serta menciptakan ruang untuk anda sendiri, jelas anda akan mencetak banyak gol.”

Itulah yang diperbuat Salah: menciptakan ruang dan menciptakan peluang untuk mencetak gol. Fowler percaya Liverpool juga sangat diuntungkan dengan fleksibilitas Salah, yang membuat Klopp bisa mengutak-atik taktik.

“Saya pikir dia [Salah] sudah membuktikan diri bahwa dia bisa menciptakan ruang untuk dirinya sendiri juga menciptakan ruang untuk rekan setimnya.”

“Itulah sepak bola, formasi memang berubah, tapi saya yakin kami [Liverpool] juga diuntungkan dengan kemampuan Salah bermain di beberapa posisi pada tiga penyerang depan,” lanjutnya.

“Sebab saya pikir dia sudah membuktikan di mana pun dia bermain, dia selalu menciptakan peluang dan dia selalu mencetak gol.”
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Madrid Curi Gol Tandang di Camp Nou, Carvajal: Seharusnya Lebih Banyak

Real Madrid sukses bermain imbang 1-1 ketika melawat ke markas Barcelona pada leg pertama semifinal Copa del Rey 2018/19, Kamis (7/2) dini hari WIB. Hasil imbang itu terbilang cukup baik bagi Madrid yang mampu mencuri gol tandang sebagai modal menghadapi leg kedua (28/2).

Madrid memasuki pertandingan itu dengan dihantui bayangan kekalahan 1-5 dari Barca pada Oktober 2018 lalu. Permainan Madrid ternyata jauh lebih apik, kedua tim silih berganti mengontrol pertandingan.

Bek Madrid, Dani Carvajal mengaku puas dengan gol tandang tersebut. Dia merasa Madrid seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol, tapi bagaimanapun Carvajal merasa hasil imbang itu sudah cukup baik antara dua tim kuat.

Carvajal pun percaya tak ada tim yang benar-benar dominan pada laga tersebut.

Menurut Carvajal, satu hal yang perlu disoroti adalah keberhasilan Madrid mencuri gol tandang. Pada duel dengan format dua leg seperti ini, tim harus memahami bahwa setiap gol sangatlah penting. Duel belum benar-benar usai.

“Kami gembira, ini adalah hasil yang bagus karena kami sudah mencetak gol tandang. Kami meninggalkan pertandingan ini dengan gagasan bahwa kami harusnya bisa mencetak lebih banyak gol, tapi itu tidak terjadi, dan kami harus mengalihkan fokus kami pada Sabtu besok,” ungkap Carvajal di laman resmi Real Madrid.

“Momen terbaik kami datang pada awal pertandingan, menyerang mereka dan memberi tekanan tinggi untuk menentukan ritme.”

Di sisi lain, Carvajal tidak mau hasil imbang 1-1 itu mengganggu fokus skuat Madrid. Dia menegaskan Barca bisa saja mencetak banyak gol di Bernabeu, oleh sebab itu Madrid harus memasuki pertandingan seperti laga anyar.

“Pertandingan ini tidak dikontrol oleh tim mana pun, dengan kedua tim silih berganti memberikan tekanan. Tim kami puas dengan apa yang kami perbuat. Kami harus terus melaju karena jalan masih panjang.”

“Keberhasilan kami mencuri gol tandang akan krusial jika hasil berikutnya imbang, tapi mereka lebih dari mampu mencetak gol di leg kedua,” lanjutnya.

“Kami harus menghadapi leg kedua kami sebagai pertandingan di depan fans kami, saya yakin mereka akan membantu kami untuk memberikan yang terbaik dan menang.”
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Milner: Mendekati Man City Sudah Bagus untuk Liverpool

James Milner membalas kritik yang menyerang Liverpool setelah mereka kehilangan beberapa poin dalam dua pertandingan terakhir. Milner menegaskan bahwa saat ini skuat Liverpool tetap gembira karena mampu unggul tiga poin di puncak klasemen sementara.

Liverpool hanya mampu bermain imbang 1-1 saat melawan Leicester City dan West Ham pada dua laga Premier League terakhir. Alhasil, selisih poin dari Man City di peringkat kedua kian menipis. The Reds hanya unggul tiga poin.

Apabila Man City berhasil mengalahkan Everton, Kamis (7/2) dini hari WIB nanti, pasukan Pep Guardiola itu berarti sukses menyalip Liverpool meski memiliki jumlah pertandingan lebih banyak. Artinya, The Reds bisa semakin tertekan untuk merebut kembali puncak klasemen.

Pun demikian, Milner menjamin skuat Liverpool akan melupakan tekanan itu dan memilih menikmati pertandingan.

Menjadi tim yang mengejar dan yang dikejar tentu berbeda. Saat ini Liverpool jadi tim yang dikejar, artinya mereka lebih tertekan. Namun, Milner menegaskan bahwa musim masih panjang, masih ada banyak hal yang mungkin terjadi.

“Gelisah karena berada di puncak klasemen pada Februari? Tidak, saya bahagia,” tegas Milner di fourfourtwo.

“Kami unggul di puncak klasemen pada Februari. Jalan masih panjang, masih banyak pertandingan, laga-laga sulit. Kami hanya perlu terus melaju.”

“Jika [dahulu] seseorang berkata kami akan unggul tiga poin pada tahap ini, kami akan mengambil kesempatan itu,” lanjut dia.

Lebih lanjut, Milner juga mengakui Man City sebagai tim terbaik di Premier League saat ini. Alhasil, keberhasilan Liverpool memberi tekanan pada Man City juga patut diapresiasi. Saat ini dia hanya ingin menikmati persaingan itu.

“Pada awal musim, ada beberapa orang yang mengatakan Man City sebagai tim terbaik di Premier League sepanjang masa, jadi bisa mendekati mereka adalah hal bagus bagi kami.”

“Kami hanya ingin berkonsentrasi pada pertandingan kami. Bermain untuk menghindari degradasi dan untuk mempertahankan pekerjaan banyak orang, itulah tekanan yang sesungguhnya. [Namun] berada di puncak klasemen, kami harus menikmatinya,” tandasnya.
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Ivan Rakitic Tak Akan Tinggalkan Barcelona Pada Musim Panas

Gelandang Barcelona Ivan Rakitic tidak akan meninggalkan Blaugrana pada musim panas mendatang. Hal itu ditegaskan oleh agen Rakitic, Arturo Canales.

Rakitic bergabung dengan Barcelona pada tahun 2014 setelah ditebus dari Sevilla. Sejak saat itu, Rakitic sudah berhasil memenangkan tiga gelar La Liga dan Liga Champions bersama Barca.

Namun, posisi Rakitic di tim inti Barcelona sedang terancam setelah kedatangan Arturo Vidal dan Arthur Melo. Terlebih, Barcelona juga menyambut kedatangan gelandang muda, Frenkie De Jong, dari Ajax Amsterdam pada awal musim depan.

Situasi itu memunculkan kabar bahwa Rakitic akan segera meninggalkan Barcelona. Chelsea dan Inter Milan dikabarkan siap memberikan jalan keluar kepada pemain berusia 31 tahun tersebut.

Namun, agen Rakitic akhirnya angkat suara mengenai situasi kliennya di klub. Menurut Canales, Rakitic tidak akan meninggalkan klub pada bursa transfer musim pans mendatang.

“Ivan ingin meninggalkan Spanyol pada musim panas? Itu tidak mungkin,” kata Arturo Canales kepada Diario Sport.

Kontrak Rakitic bersama Barcelona akan berakhir pada 30 Juni 2021 mendatang. Ketimbang hengkang ke klub lain, Ivan Rakitic justru berharap bisa mendapatkan kontrak baru dari Barca.

“Saya ingin memperbarui kontrak dan tinggal selama bertahun-tahun di Barcelona,” ucap Rakitic dalam acara penghargaan El Mundo Deportivo, pekan lalu.
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Gattuso Akui Roma Layak Dapat Tiga Poin

Pelatih AC Milan Gennaro Gattuso mengakui bahwa AS Roma layak mendapat lebih dari sekedar satu poin saat berhadapan dengan Rossoneri.

Milan bertandang ke Olimpico pada giornata 22 Serie A hari Minggu (03/02) atau Senin (04/02) dini hari kemarin. Awalnya Milan sempat bisa unggul lebih dahulu pada babak pertama melalui Krzysztof Piatek.

Akan tetapi di babak kedua, Roma bisa menyamakan skor melalui Nicolo Zaniolo. Dan kemudian mereka bisa saja menang karena mendapat beberapa peluang emas.

Di antaranya melalui sundulan Lorenzo Pellegrini dan juga Edin Dzeko. Namun semuanya terhalang oleh tiang gawang dan kesigapan Gianluigi Donnarumma.

Gattuso mengaku timnya tampil cukup bagus. Namun ia tak menampik bahwa Roma tampil lebih baik. Ia menyebut I Lupi seharusnya mendapat lebih dari satu angka di laga itu.

“Saya pikir kami bermain bagus. Roma layak mendapatkan lebih dari babak pertama, karena kami tetap memiliki penguasaan bola yang steril, tapi saya pikir kami muncul di babak kedua dan tampil dengan baik,” ujarnya pada Sky Sport Italia.

“Mungkin pada poin, Roma mungkin pantas mendapatkan lebih, tetapi mereka adalah tim yang hebat dengan bakat luar biasa dan saya tahu itu akan sulit,” sambungnya.

Gattuso juga mengatakan timnya menderita di pertandingan itu. Namun ia mengatakan bahwa ia tetapi merasa senang dengan performa Rossoneri meski banyak tertekan di babak kedua,

“Roma memiliki kualitas dan fisik, jadi kami sedikit menderita. Tetapi saya tetap senang dengan performa tim,” ujar Gattuso.

“Seperti yang saya katakan, saya akui Roma mungkin pantas sedikit lebih. Namun saya sangat menyukai penampilan babak kedua.”
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya