Donny van de Beek si ‘Penakluk’ Turin dan London

Ajax Amsterdam menang 1-0 di markas Tottenham pada leg pertama babak semifinal Liga Champions 2018/19, Rabu (01/5). Gelandang muda Donny van de Beek menjadi bintang utama.

Van de Beek mencetak gol tunggal penentu kemenangan Ajax. Gol itu diciptakannya berkat assist Hakim Ziyech pada menit 15.

Van de Beek melakukannya lagi. Sebelum ‘menaklukkan’ London dengan golnya, dia sudah terlebih dahulu melakukannya di Turin.

Ajax sampai di babak ini setelah menyingkirkan Juventus dengan agregat 3-2 di perempat final. Kelolosan Ajax dipastikan dengan kemenangan 2-1 di Turin pada leg kedua. Dalam laga itu, van de Beek mencetak satu dari dua gol Ajax.

Van de Beek pun membandingkan gol yang dicetaknya di Turin dengan gol kontra Tottenham. Menurutnya, dua gol itu nyaris serupa.

Gol van de Beek ke gawang Juventus di Allianz Stadium tercipta diawali tembakan Hakim Ziyech dari luar kotak. Tembakan mendatar Ziyech itu tidak sampai ke gawang, tapi berhenti di kaki van de Beek yang berada di jantung pertahanan lawan. Van de Beek kemudian menuntaskannya jadi gol penyama kedudukan, tak lama setelah Cristiano Ronaldo mencetak gol pembuka untuk La Vecchia Signora.

Di Tottenham Hotspur Stadium, Ziyech kembali berkontribusi untuk gol Ajax oleh van de Beek.

Posisinya nyaris sama, juga dari luar kotak. Bedanya, kali ini Ziyech memang mengoper bola kepada rekannya itu, bukan menembak.

“Gol saya hampir mirip dengan yang saya cetak di Turin. Di sana (Turin), Hakim melepas tembakan yang mengarah ke saya, dan kali ini dia mengirim sebuah operan yang hebat,” kata van de Beek, seperti dikutip UEFA.com.

“Saya berlari ke arah bench setelah mencetak gol, karena saya ingin merayakannya bersama mereka.”

Gol tunggal van de Beek menempatkan Ajax di posisi bagus untuk lolos ke final. Leg kedua di Amsterdam akan digelar pekan depan.
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Terlalu Banyak Faktor, Ini Prediksi Barca vs Liverpool

Liverpool bakal menghadapi tantangan besar ketika melawat ke markas Barcelona pada leg pertama semifinal Liga Champions 2018/19, Kamis (2/5) dini hari WIB mendatang. Laga ini diprediksi bakal berjalan seru antara dua tim kuat.

Di atas kertas, Barca jelas lebih diunggulkan. Mereka merupakan salah satu tim terbaik di dunia yang tampil impresif musim ini. Terlebih, Barca memiliki Lionel Messi yang rajin membuat keajaiban.

Biar begitu, Liverpool bukan berarti tanpa peluang. Pasukan Jurgen Klopp ini bisa mengejutkan Barca dengan serangan-serangan cepat. Liga Champions merupakan panggung sempurna untuk membuat kejutan.

Mantan pemain Liverpool, Luis Garcia membagikan pendapatnya soal duel ini. Dia merasa kedua tim memiliki peluang menang yang sama besarnya. Liga Champions selalu sulit, terlebih di semifinal. Menang bukan tugas mudah.

“Bagaimanapun, ini adalah semifinal Liga Champions. Setiap tim sangat kuat, dan akan sulit bagi siapa pun yang ingin lolos,” buka Garcia kepada Liverpool Echo.

“Jika Liverpool atau Barcelona lolos ke putaran berikutnya, mereka pasti bakal menghadapi tim kuat, dan kedua tim bisa mengalahkan siapa pun di hari terbaik mereka.”

Sebab itu, Garcia mengaku sulit memprediksi siapa yang bakal jadi pemenang. Ada begitu banyak faktor yang memengaruhi duel ini, termasuk faktor keberuntungan. Siapa pun yang lolos ke putaran berikutnya, mereka memang layak mendapatkannya.

“Laga ini bakal jadi tantangan besar, dan sulit memprediksi siapa yang bakal memenangkan pertandingan ini,” tutup Garcia.

Kedua tim bakal berusaha menurunkan kekuatan terbaik mereka pada pertandingan ini. Namun, Liverpool masih berharap Roberto Firmino bisa pulih tepat waktu untuk bermain pada laga tersebut. Firmino merupakan kepingan penting pada lini serang Liverpool.

Barcelona lebih positif. Mereka bakal menurunkan kekuatan terbaik, tentu dengan Messi yang dalam kondisi bugar.
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Tanpa Benzema, Madrid Tak Bisa Menemukan Gawang Lawan

Real Madrid harus menyadari realitas pahit bahwa mereka memang tampil begitu buruk musim ini. Teranyar, Madrid menyerah 0-1 dari Rayo Vallecano pada pekan ke-35 La Liga 2018/19, Senin (29/4) dini hari WIB.

Mengutip Marca, kekalahan itu begitu mengecewakan bagi Madrid dan Zidane. Rayo merupakan salah satu tim yang berada di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-19. Artinya, Madrid bahkan tidak berdaya melawan tim peringkat terbawah.

Bos Madrid, Zinedine Zidane mengakui timnya tampil begitu buruk. Kali ini, Zidane tidak mau membela para pemainnya. Dia bahkan terang-terangan mengkritik performa skuat Madrid secara menyeluruh.

Kekalahan itu juga membuktikan bahwa Madrid begitu bergantung pada Karim Benzema.

Benzema tidak bisa bermain di pada pertandingan tersebut karena diserang cedera di sesi latihan. Dia merupakan penyerang utama Madrid musim ini, dan tanpa kehadirannya Madrid ternyata kesulitan.

Madrid terbukti begitu bergantung pada Benzema. Striker asal Prancis ini mencetak delapan gol terakhir Madrid di La Liga. Tanpa Benzema, Madrid kesulitan mencetak gol.

Tercatat, Dani Ceballos merupakan pemain Madrid terakhir yang mencetak gol selain Benzema. Gol Ceballos tercipta saat melawan Huesca pada 31 Maret lalu.

Setelah laga itu, hanya Benzema yang mencetak tujuh gol Madrid ke gawan Valencia, Leganes, Eibar, dan Athletic Bilbao.

Terlalu bergantung pada salah satu pemain bukan hal bagus, terlebih karena Benzema tampaknya bakal menepi sampai musim berakhir. Zidane harus segera menemukan solusi terbaik.

Zidane pernah memilih duet Gareth Bale dan Mariano Diaz di lini serang, tetapi keduanya gagal membuktikan diri. Diaz bahkan sulit mendapatkan suplai bola, tetapi setidaknya dia masih lebih tegas daripada Bale.

Sang pelatih juga mencoba mengubah beberapa hal dengan memainkan Brahim Diaz. Perubahan ini manjur saat melawan Getafe, tetapi di laga berikutnya kurang maksimal.
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Terungkap, MU Ternyata Sempat Tawar Virgil van Dijk

Sebuah fakta terungkap mengenai Virgil van Dijk. Bek Liverpool itu ternyata sempat nyaris bergabung dengan Manchester United di tahun 2018 silam.

Van Dijk sendiri pertama kali datang ke Inggris di tahun 2015 silam. Ia dibeli dario Glasgow Celtic dengan mahar mencapai 13.5 juta pounds saja.

Namun dalam waktu yang singkat ia berkembang dengan pesat. Ia disebut-sebut sebagai bek terbaik di EPL, sehingga Liverpool rela merogoh kocek sebesar 75 juta pounds untuk merekrutnya dari Saint Mary Stadium di awal 2018 silam.

Namun menurut laporan Times, Van Dijk ternyata berpotensi pindah ke klub lain pada saat itu. Adalah Manchester United yang dikabarkan juga menawarkan jasanya.

Laporan itu mengklaim Manchester United mulai serius menginginkan Van Dijk menjelang akhir tahun 2017.

Pada saat itu, Jose Mourinho tengah mengalami situasi yang pelik. Bek andalannya, Eric Bailly mengalami cedera yang cukup parah, sementara Victor Lindelof yang baru dibeli dari Benfica masih kesulitan beradaptasi dengan timnya.

Untuk itu Mourinho meminta ijin kepada manajemen MU untuk membeli bek tengah baru dan ia mendapatkan restu. Pada saat itu, Mourinho dikabarkan ingin merekrut Van Dijk yang saat itu tampil menawan bersama Southampton.

Namun laporan The Times itu mengklaim bahwa United gagal mendapatkan Van Dijk karena mereka telat menawar.

Pada saat itu Manchester United sudah siap untuk menebus Van Dijk dari Southampton. Mereka siap menyamai tawaran 75 juta pounds Liverpool untuk Van Dijk.

Namun sial bagi United, pada saat mereka memasukkan tawaran itu, Van Dijk sudah dinyatakan lolos tes medis di Liverpool dan beberapa saat kemudian ia diumumkan resmi menjadi milik The Reds.
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Hadapi Levante, Valverde Ingin Barcelona Juara di Camp Nou

Barcelona akan menjamu Levante pada akhir pekan ini. Pelatih Barcelona Ernesto Valverde ingin mengunci gelar La Liga dalam pertandingan tersebut.

Barcelona saat ini berada di puncak klasemen La Liga dengan mengumpulkan 80 poin dari 34 pertandingan. Mereka unggul sembilan poin atas Atletico Madrid, yang berada di posisi kedua.

Jika menang lawan Levante, Blaugrana akan memastikan diri sebagai juara La Liga, tidak peduli hasil apapun yang diraih Atletico. Hal ini karena secara head to head Barcelona unggul atas Atletico Madrid.

Setelah menjadi juara La Liga, barcelona tentu saja bisa fokus di Liga Champions. Mereka akan menghadapi Liverpool di babak semifinal.

Sebelum berpikir tentang Liga Champions, Valverde akan menghadapi tantangan Levante pada Minggu (28/4/2019) dini hari WIB. Valverde jelas menargetkan kemenangan di Camp Nou agar bisa merayakan juara di depan para pendukung Barca.

“Besok kami ingin menjadi juara. Ini pertandingan yang kami tunggu-tunggu sepanjang musim. Sangat istimewa untuk bisa merayakan gelar dengan para penggemar,” kata Valverde dilansir Barca Blaugranes.

“Kami menempatkan nilai besar pada gelar liga karena itu menandai musim. Di liga Anda harus siap dalam beberapa momen dan situasi selama seluruh musim jika Anda ingin menjadi juara.

“Levante terlibat dalam pertempuran degradasi dan tim-tim itu mengambil poin paling banyak pada akhir musim. Kami memprediksi pertandingan yang sulit tetapi liga dipertaruhkan.”

Valverde tentu saja tidak mau meremehkan Levante. Meskipun begitu, ia mengisyaratkan akan melakukan rotasi dalam pertandingan tersebut.

“Mungkin saja akan ada satu atau dua perubahan. Tapi kami memiliki empat hari sampai pertandingan melawan Liverpool dan menang besok, apa yang menandakannya, adalah sesuatu yang kuat menjelang hari Rabu.

“Mereka [Liverpool] mendapat waktu istirahat satu hari, jadi kami bisa memberi satu atau dua pemain istirahat.”
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Bertahan di Madrid, Ini Misi Pembuktian Brahim Diaz

Brahim Diaz merupakan salah satu pemain yang tampil paling baik ketika Real Madrid ditahan imbang Getafe dengan skor 0-0 pada laga lanjutan La Liga 2018/19, Jumat (26/4) dini hari WIB tadi. Dia mendapatkan kesempatan sebagai starting line-up dan menjawab kepercayaan itu dengan baik.

Diaz merupakan pemain yang didatangkan Madrid pada bursa transfer Januari lalu di era Santiago Solari. Saat itu, pembelian Diaz sempat dipertanyakan, sebab Madrid punya beberapa pemain yang bertipe sama.

Sebab itu, di era Zinedine Zidane, Diaz juga lebih sering dicadangkan. Dia jarang terpilih karena Madrid masih memiliki pemain-pemain seperti Marco Asensio dan Lucas Vazquez.

Kondisi ini menimbulkan rumor bahwa Madrid bakal segera melepas Diaz, tetapi sang pemain sendiri yang membantah kabar itu.

Diaz mengaku senang bisa bermain, meski skor 0-0 itu tidak terlalu memuaskan. Dia mengaku tidak pernah mendengarkan rumor-rumor tersebut dan memilih fokus membuktikan kemampuannya untuk bisa bermain.

“Saya mencoba memberikan kemampuan terbaik saya di setiap pertandingan dan sesi latihan. Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa bermain di Real Madrid,” tegas Diaz kepada Marca.

“Saya sedikit puas, tetapi saya menginginkan kemenangan. Saya fokus pada Madrid dan saya ingin bermain di sini. Saya ingin membuktikan apa yang bisa saya berikan dan saya ingin bermain di klub terbaik di dunia untuk bertahun-tahun.”

Penampilan apik Diaz pun mengundang pujian dari sang pelatih, Zinedine Zidane. Untuk pemain yang baru 19 tahun, Diaz sudah menunjukkan potensi yang luar biasa. Zidane senang memainkan pemain seperti Diaz yang selalu ingin bermain.

“Saya senang bahwa dia menjalani pertandingan yang hebat. Dia senang bermain, dan saya menyukai pemain yang senang bermain,” kata Zidane.

“Dia tidak kenal takut, dia menggunakan kedua kakinya, dia cepat. Dia memainkan permainan bagus,” pungkasnya.
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Rekor Kebobolan MU, Paling Buruk Setelah Lebih dari 100 Tahun

Hingga pekan ke-35 Premier League musim 2018/19, gawang Manchester United sudah kebobolan 50 gol. Jumlah tersebut, tentu saja sangat banyak untuk tim sekelas United. Dan, itu adalah rekor buruk bagi Setan Merah.

Manchester United kebobolan dua gol di laga tunda pekan ke-31 Premier League melawan Manchester City, Kamis (25/4) dini hari WIB. Gol dari Leroy Sane dan Bernardo Silva membuat Setan Merah kalah dengan skor 2-0 pada laga yang digelar di Old Trafford itu.

Hasil yang buruk untuk United. Sebab, itu adalah laga derby. Selain itu, kekalahan ini juga membuat peluang Paul Pogba dan kolega untuk masuk ke posisi empat besar klasemen akhir Premier League 2018/19. United kini berada di posisi ke-6 klasemen.

Selain kalah, dan menipisnya peluang ke empat besar, United juga mencetak rekor buruk pasca laga melawan Man City. Rekor buruk itu terkait dengan jumlah gol yang bersarang di gawang United dalam satu musim kompetisi.

Berdasarkan pada catatan Squawka, jumlah kebobolan United hingga pekan ke-35 Premier League musim 2018/19 ini sangat banyak. Sebab, mereka tidak pernah kebobolan 50 gol atau lebih dalam 100 tahun terakhir dalam satu musim kompetisi.

Kali terakhir United kebobolan 50 gol atau lebih dalam satu kompetisi terjadi pada musim 1914/15 yang lalu, atau 104 tahun silam. Tentu saja ini menjadi catatan yang sangat buruk bagi pasukan Ole Gunnar Solksjaer.

Sebagai catatan, rekor tersebut diambil dengan format kompetisi yang memainkan 38 pertandingan dalam satu musim.

Berbanding terbalik dengan Manchester United, kubu Manchester City justru mampu mencetak rekor gol. The Citizen kini telah mencetak 157 gol di semua kompetisi. Itu adalah jumlah yang sangat fantastis bagi sebuah tim.

Dikutip dari Opta, itu adalah rekor gol paling banyak dalam satu musim kompetisi yang pernah diraih oleh klub Inggris. Man City mematahkan rekor yang sebelumnya mereka cetak pada musim 2013/14 lalu.

Man City juga masih berpeluang untuk mempertajam rekor tersebut. Sebab, mereka masih punya tiga pertandingan tersisa di musim 2018/19. Lawan yang akan dihadapi oleh Sergio Aguero dan kolega juga bisa bakal lebih mudah dikalahkan.
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Bos Arsenal Pasang Badan untuk Performa Buruk Mustafi

Shkodran Mustafi menunjukkan performa yang buruk saat Arsenal kalah dari Crystal Palace. Namun, bos Arsenal, Unai Emery, pasang badan semua kritik yang kini menimpa pemain asal Jerman tersebut.

Shkodran Mustafi memang tidak tampil bagus di laga kontra Palace akhir pekan lalu. Mustafi membuat kesalahan fatal yang berujung pada gol kedua Palace. Arsenal pun harus kalah dengan skor 2-3 pada laga yang digelar di Old Trafford.

Pasca pertandingan, Mustafi mendapatkan banyak kritik tajam. Pemain berusia 27 tahun secara umum memang dinilai tidak menunjukkan performa yang solid sepanjang musim. Ini bukan kesalahan pertama yang dibuatnya.

Unai Emery mengaku tidak ingin membuat pernyataan di depan media jika itu untuk menyalahkan pemain. Mantan pelatih Sevilla tersebut berniat untuk melindungi pemainnya dan bicara soal faktor kelebihannya.

“Saya ingin melindungi para pemain,” ucap Unai Emery dikutip dari Goal International.

“Mustafi adalah pemain yang sangat bagus, bek tengah yang sangat bagus. Dia punya kebiasaan untuk melakukan tekel dan terjun ke tanah, dia lakukan itu untuk mengantisipasi pergerakan lawan,” sambungnya.

Sebagus apa pun Mustafi, atau pemain lain, Emery yakin tetap akan melakukan kesalahan. Dan, jika memang kesalahan itu kemudian berujung pada terciptanya sebuah gol, maka itu akan jadi sorotan yang tajam oleh media.

“Mustafi bisa memenangkan satu, dua, tiga atau bahkan empat tekel. Tapi, ketika Anda salah dalam satu tekel dan itu jadi gol, maka itu adalah sorotan besar. Saya bilang padanya: Anda masih muda dan bisa lebih baik lagi.”

Unai Emery merasa bahwa publik telah memperlakukan Shkodran Mustafi dengan tidak adil. Mereka menghakimi mantan pemain Valencia tersebut hanya karena membuat kesalahan yang berujung pada gol di laga melawan Palace. Sementara, di laga lain dia tampil bagus.

“Misalnya, saat melawan Watford (16/4), dia adalah pemain terbaik dari semua pemain, dia memenangkan semua bola duel udara dengan kepalanya dan itu adalah statistik yang sangat bagus untuknya,” ucap Emery.

“Pada hari Minggu, dia melawan Christian Benteke, lebih sulit untuk bisa memenangkan setiap bola duel udara denganya tapi saya pikir itu 50:50,” tandas pelatih asal Spanyol.
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Demi Liga Champions, Perisic Siap Kalahkan Juventus

Bintang Inter Milan Ivan Perisic ingin meraih kemenangan saat timnya berjumpa Juventus. Ia yakin timnya mampu melakukannya.

Inter saat ini sedang menghuni peringkat ketiga di klasemen sementara Serie A. Mereka mengumpulkan 61 poin dari 33 pertandingan.

Pada akhir pekan ini, Inter akan menjalani pertandingan besar melawan Juventus. Duel tersebut akan digelar di Giuseppe Meazza, Minggu (28/04) dini hari WIB.

Juventus sendiri sudah tidak punya kepentingan di laga tersebut. Sebab, mereka sudah mengunci gelar Serie A setelah mengalahkan Fiorentina pada akhir pekan lalu.

Sementara itu, pertandingan ini sangat penting buat Inter. Mereka membutuhkan poin untuk mengamankan tempat di Liga Champions.

“Juve? Kami tahu mereka, mereka sudah juara di Italia selama delapan tahun. Kekuatan bisa melakukannya,” kata Perisic kepada Inter TV.

“Kami ingin menyegel tempat ketiga dan masuk ke Liga Champions. Menangkan semua pertandingan dari sini hingga akhir. Kami adalah Inter, kami baik-baik saja dan kami kuat: kami bisa dan harus melakukannya.”

Inter sendiri hanya bermain imbang 1-1 saat menjamu AS Roma pada akhir pekan lalu. Perisic meminta rekan-rekannya untuk bermain lebih baik terutama di lini depan.

“Kami di posisi tiga, kami baik-baik saja dan kami harus terus seperti ini, tapi kami harus lebih baik pada 20 meter terakhir dan mencetak gol lebih banyak,” tambahnya.
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

Statistik: Tendangan ‘LDR’ jadi Titik Lemah David De Gea

David De Gea adalah salah satu penjaga gawang terbaik di dunia. Tentu saja itu tidak perlu diragukan lagi. Namun, bukan berarti David De Gea tidak punya titik lemah. Catatan statistik menunjukkan apa kelemahannya.

David De Gea baru saja menjalani momen yang buruk saat Manchester United harus berjumpa Everton di laga pekan ke-35 Premier League. Bermain di Goodison Park, Setan Merah menelan kekalahan empat gol tanpa balas.

Dari empat gol yang bersarang di gawang David De Gea, masing-masing dicetak oleh Richarlison, Gylfi Sigurdsson, Lucas Digne dan Theo Walcott. Dari empat gol tersebut, torehan gol Sigurdsson dan Digne yang menunjukkan titik lemah De Gea.

Gylfi Sigurdsson membobol gawang De Gea pada menit ke-28. Sementara, Lucas Digne melakukannya pada menit ke-56. Kedua pemain menggetarkan jala gawang yang dikawal De Gea dengan cara yang sama, tendangan LDR [Long Distance Relationship] atau tendangan jarak jauh.

Ya, tendangan jarak jauh bisa jadi adalah titik lemah yang utama De Gea pada musim 2018/19. Sebab, sejauh ini, penjaga gawang berusia 28 tahun tersebut sudah kebobolan delapan gol dari sepakan jarah jauh di pentas Premier League.

Catatan tersebut jauh lebih buruk jika dibanding tiga penjaga gawang top di Premier League. Alisson [Liverpool] baru kebobolan satu gol dari sepakan jarak jauh. Sementara, Hugo Lloris [Tottenham] baru kebobolan empat gol saja.

Lemahnya De Gea dalam mengantisipasi tendangan jarak jauh akan semakin nampak jika melihat laga melawan Barcelona di leg kedua Liga Champions, saat Manchester United kalah 3-0 di Camp Nou. Dari tiga gol Barcelona, semua tercipta dari tendangan jarak jauh.

Sementara itu, David De Gea memberi respon usai kekalahan Manchester United dengan skor 4-0 atas Everton. Pada laga ini, eks Atletico Madrid tersebut mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai kapten. Menurut De Gea, Setan Merah tidak tampil sesuai standar.

“Sulit untuk mengatakan apa yang saya rasakan hari ini dengan kata-kata. Sebagai kapten, saya ingin mengatakan bahwa kinerja tim hari ini, di atas hasil, tidak sesuai dengan standar yang diharapkan ketika Anda mengenakan jersey ini,” ucap David De Gea di twitter miliknya.

“Kami tahu bahwa kami harus meningkatkan performa kami tetapi kata-kata tidak berarti: kami harus memberikan segalanya untuk klub ini. Terima kasih atas dukungan tanpa syarat Anda,” imbuhnya
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya